Sabtu, 30 November 2019

Camping ke Pulau Pari Tanpa Agent? Bisa Dong!



Kalau biasanya kegiatan camping itu identik dengan anak pramuka dan para pendaki, jaman sekarang kegiatan seru tersebut justru bisa juga dinikmati oleh anak pantai loh.

Pulau yang akan aku bahas disini adalah Pulau Pari, salah satu pulau berpenghuni di gugusan Kepulauan Seribu ini menyediakan lahan untuk para wisatawan yang berminat untuk camping di pinggir pantai. Lokasinya pastinya berada di Pantai Pasir Perawan yang berjarak kurang lebih 600 meter dari Dermaga Pulau Pari.

Di pulau ini para pengunjung mempunyai kebebasan untuk memilih mau tinggal di homestay atau camping di pinggir pantai. Tentu saja keduanya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, kalian hanya perlu menyesuaikannya dengan kondisi keuangan dan gaya liburan kalian.

Nah, kira-kira kalau sobat Monjalanjalan mau camping di Pulau Pari, informasi apa aja sih yang perlu diketahui?

1. Buat Rencana Perjalanan

Membuat rencana perjalanan dengan baik dan matang dapat memudahkan kalian dalam menyiapkan perlengkapan apa saja yang harus dibawa dan seberapa banyak uang saku yang perlu kalian siapkan.


2. Akomodasi

Untuk sampai ke Pulau Pari ada beberapa rute penyebrangan yang bisa kalian lewati dengan harga yang berpariasi, salah satunya dari Dermaga Cituis Rawasaban, Tangerang.

Namanya mungkin tidak sepopuler Pelabuhan Muara Angke atau Dermaga Marina Ancol, tapi melakukan penyebrangan dari sini sangat direkomendasikan bagi wisatawan yang tinggal di derah Tangerang dan sekitarnya. Selain jaraknya yang lebih dekat, harga tiket murah dan jarak tempuhnya yang lebih singkat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi wisatawan yang ingin berhemat.

Salah satu kekurangan yang akan di jumpai oleh wisatawan saat memutuskan untuk menyebrang dari dermaga ini adalah waktu keberangkatan yang tidak pasti, ukuran kapal yang tidak terlalu besar, duduknya lesehan dan jam kepulangan keesokan harinya jam 6 pagi.


3. Membawa Perlengkapan Camping



Selain dapat meminimalisir pengeluaran saat berlibur ke Pulau Pari, melengkapi barang bawaan pastinya dapat menambah kenyamanan kalian saat melakukan kegiatan camping di pinggir pantai.

Perlengkapan yang wajib kalian bawa untuk camping di pinggir pantai salah satunya adalah; tenda, matras, hammock, nesting, senter/headlamp, kipas portable, speaker. Sisanya bisa kalian tambahkan menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi.

Lalu bagaimana jika salah satu dari perlengkapan wajib diatas tidak ada sementara jika harus beli baru akan memakan cukup banyak pengeluaran?

Jangan khawatir sobat Monjalanjalan, karena penduduk Pulau Pari menyediakan tempat penyewaan alat-alat untuk camping seperti tenda, hammock, kompor, nesting dan camera underwater. Harga tenda disini berpariasi, menyesuaikan dengan ukuran dan kapasitas. Semakin besar tentu saja akan semakin mahal harganya.


4. Melakukan Registrasi



Sebelum mendirikan tenda baik milik pribadi maupun sewa, para pengunjung diwajibkan untuk melakukan registrasi kepada pengelola pantai sebesar Rp. 15.000 per malam. Nantinya uang tersebut akan digunakan untuk kebersihan pantai, listrik dan toilet umum. Setelah selesai melakukan registrasi, kalian sudah bisa mendirikan tenda pada tempat yang telah tersedia di sepanjang bibir pantai.


5. Trasportasi di Pulau

Pulau Pari memiliki luas sekitar 41,32 ha, untuk bisa mengelilingi pulau ini dapat ditempuh dengan beberapa cara diantaranya:

  • ​Jalan Kaki


Ini adalah cara paling mudah dan murah meriah. Cocok untuk wisatawan yang ingin menghemat pengeluaran sekaligus berolahraga. Tapi siap-siap saja setelahnya kaki kalian akan terasa pegal-pegal, kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa berjalan kaki, tentu hal tersebut tidak akan banyak berpengaruh.

  • ​Naik Bentor


Pilihan berikutnya ada bentor, kendaraan yang menyerupai bemo. Hasil modifikasi motor dengan losbak yang biasa digunakan untuk mengantar galon kalau di kota-kota besar. Tarifnya sekali jalan Rp. 20.000 per orang. Lumayan menguras kantong.

  • ​Naik Sepeda


Pilihan terakhir ada sepeda, opsi ini paling banyak peminatnya karena lebih terjangkau dan mayoritas wisatawan bisa menggunakannya.

Harganya kurang lebih Rp. 20.000 per sepeda selama 24 jam pemakaian.


6. ATM dan Sinyal Ponsel

Di Pulau Pari belum tersedia mesin ATM, jadi usahakan untuk membawa uang tunai yang dapat mencukupi kebutuhan kalian sampai kembali ke rumah. Akan sangat merepotkan jika kalian sampai kehabisan uang selama berlibur disana.

Sementara untuk sinyal ponsel bisa dikatakan tidak ada kendala sama sekali. Aku menggunakan provider Indosat dan Simpati, sinyalnya lumayan kencang. Selain itu di Pulau Pari juga sudah tersedia tower BTS.


7. Tempat yang Menarik

Tidak terlalu banyak aktivitas yang bisa dilakukan di pulau ini. Kira-kira kegiatan apa saja yang bisa kita lakukan saat berlibur kesini?

  • ​Pantai Bintang




Mendengar namanya, mudah bagi kita untuk menebak kenapa tempat tersebut dinamakan Pantai Bintang. Yups! Disana ada banyak bintang laut yang terperangkap di pasir saat air laut sedang surut. Karena jumlahnya yang sangat banyak, kalian harus hati-hati saat berjalan di pantai ini.

Harga tiket untuk bisa memasuki pantai ini hanya Rp. 2.500 per orang. Disana tersedia parkiran sepeda yang letaknya ada di depan pintu masuk.

Friendly Reminder: Dilarang keras menyentuh apalagi membawa bintang laut ke permukaan karena mereka bernapas dengan popula. Mereka tidak bisa menghirup udara langsung jika kalian keluarkan dari air. Menyentuh dan membawa bintang laut dapat menyebabkan stres dan kematian pada hewan tersebut. Please respect their privacy guys!

  • ​Pantai Pasir Perawan




Pantai ini memiliki pasir yang landai dan aman untuk berenang. Bentuknya seperti laguna dengan hutan mangrove yang tumbuh menyerupai setengah lingkaran. Pohon Mangrove tersebut berfungsi untuk melindungi bibir pantai dari terjangan ombak.

Kelebihan dari pantai ini arusnya sangat aman digunakan untuk anak-anak. Setelah berenang sekitar 10 meter dari bibir pantai, kedalamannya hanya sampai setinggi dada orang dewasa. Jadi meski kalian tidak bisa berenang sekalipun, tetap bisa bermain air di pantai ini.

  • ​Bukit Matahari




Bukit ini letaknya ada di dekat dermaga, tidak terlalu tinggi karena lebih terlihat seperti gundukan tanah. Katanya sih ini adalah spot paling bagus untuk melihat sunrise, tapi yang sering terjadi justru sebaliknya, tempat ini seringkali aku jadikan spot untuk melihat sunset. Bisa dibilang bagian kiri spot untuk melihat sunrise saat pagi, dan bagian kanan adalah spot untuk melihat sunset saat sore.

  • Snorkeling


Terakhir kali aku snorkeling di pulau ini pas kunjungan pertama kali tahun 2014. Saat itu aku pakai travel agent karena baru pertama kalinya berlibur ke Kepulauan Seribu, tidak banyak informasi yang kita dapatkan karena keterbatasan akses berselancar di internet.

Satu hal yang pasti, kalau kalian cuma mau berenang di Pantai Pasir Perawan dan tetap ingin memakai alat snorkeling bisa menyewanya dengan harga Rp. 25.000 per orang. Dengan harga tersebut kalian sudah bisa mendapatkan snorkel dan pelampung.

  • ​Keliling Hutan Mangrove



Kegiatan santai ini bisa kalian nikmati saat pagi hari karena saat itu kondisi air laut sangat bersahabat, matahari juga belum cukup terik untuk bisa membatasi gerak kalian dalam mengambil gambar yang keren.

Keliling hutan mangrove bisa kalian lakukan dengan cara menyewa perahu pada salah satu penduduk pulau dengan harga Rp. 15.000 per orang untuk sekali jalan.


8. Fasilitas Camping






Di Pantai Pasir Perawan sudah tersedia fasilitas untuk menunjang acara camping kalian supaya berjalan dengan lancar dan nyaman.

Berikut adalah fasilitas camping yang disediakan oleh penduduk Pulau Pari:

  • ​Toilet Umum


Hampir sama dengan pulau-pulau lain, di Pantai Pasir Perawan juga turut menyediakan toilet umum.
Kalian bisa membayar seikhlasnya untuk kegiatan sekali pakai kecuali membilas atau mandi dikenakan harga khusus yaitu Rp. 5.000 per orang. Hal tersebut dikarenakan kegiatan membilas akan lebih banyak memakai persediaan air bersih dibandingkan buang air kecil atau besar.

  • Colokan Listrik


Di setiap warung akan tersedia beberapa colokan listrik yang bisa kalian pakai setelah melakukan registrasi terlebih dahulu. Meski begitu, kalian tetap harus izin setiap kali akan mengisi daya ponsel atau camera sebagai bentuk sopan santun kepada pemilik warung.

  • Lampu


Pada beberapa titik telah terpasang lampu untuk membantu penerangan di area camping saat malam hari, hal tersebut dilakukan agar para wisatawan tidak perlu menyalakan api unggun yang seringkali berpotensi menjadi sumber kebakaran.

  • Mushola


Di Pantai Pasir Perawan turut menyediakan mushola bagi wisatawan supaya tidak perlu berjalan jauh ke pemukiman warga hanya menunaikan ibadah sholat.

  • ​Tempat Sampah


Selain lampu yang tersebar di beberapa titik, tempat sampah pun sama. Penduduk Pulau Pari turut menyediakan tempat sampah untuk memudahkan para wisatawan yang hendak membuang sampah bekas makanan mereka.

Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang berserakan di bibir pantai akibat ulah wisatawan yang kurang bertanggung jawab.


9. Budget Camping di Pulau Pari

Namanya budget pasti besar kecilnya relatif yah, tidak bisa disamakan satu dengan yang lain. Semua itu tergantung seberapa lengkap perlengkapan dan logistik kalian, karena lengkap tidaknya dua hal tersebut akan sangat mempengaruhi jumlah pengeluaran kalian selama liburan.



Total pengeluaran diatas tidak termasuk biaya transportasi menuju dermaga dari rumah masing-masing dan cemilan yang dibeli sebelum waktu keberangkatan.

Kalau kalian mau lebih murah lagi, cobalah datang bersama teman-teman minimal 3 orang, pasti pengeluaran kalian akan lebih sedikit.


TIPS:

  • Jangan lupa membawa topi, kacamata, sunblock, kain atau apapun yang dapat membantu kalian terhindar dari teriknya sinar matahari langsung.
  • Kalau datang secara mendadak kayak aku, kalian bisa langsung menuju Pantai Pasir Perawan ke arah kanan begitu tiba di dermaga. 
  • Bawa air mineral minimal 2 botol besar dan beberapa cemilan dari rumah. Karena kalau beli pulau harganya lumayan mahal, bisa sampai dua kali lipat dari harga normal. Maklum, untuk mendapatkan bahan makanan mereka harus menyebrang pulau terlebih dahulu. Tapi kalau kalian mau tetap membeli makan dan minum di pulau dengan alasan tidak mau barang bawaan kalian jadi berat juga bisa, hitung-hitung membantu perekonomian warga sekitar. 
  • Keesokan paginya segera rapikan barang bawaan kalian karena kapal menuju Dermaga Rawasaban akan berangkat jam 6 pagi, lewat dari itu bisa aku pastikan kalian akan ketinggalan kapal. Kejadian seperti ini sudah lumayan sering terjadi, alhasil mereka terpaksa harus tinggal satu hari lagi di Pulau Pari karena kapalnya hanya akan tersedia untuk satu kali keberangkatan saja dalam sehari.
  • Buanglah sampah pada tempatnya dimanapun dan kapanpun kalian berada buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Cukup botol plastik saja yang jadi sampah, kalian jangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Liburan ke Banyuwangi

Source : Google Selama berlibur ke Banyuwangi, gue mendapatkan banyak banget informasi dan pengalaman seru dari setiap tempat yang b...