Sabtu, 30 November 2019

Camping ke Pulau Pari Tanpa Agent? Bisa Dong!



Kalau biasanya kegiatan camping itu identik dengan anak pramuka dan para pendaki, jaman sekarang kegiatan seru tersebut justru bisa juga dinikmati oleh anak pantai loh.

Pulau yang akan aku bahas disini adalah Pulau Pari, salah satu pulau berpenghuni di gugusan Kepulauan Seribu ini menyediakan lahan untuk para wisatawan yang berminat untuk camping di pinggir pantai. Lokasinya pastinya berada di Pantai Pasir Perawan yang berjarak kurang lebih 600 meter dari Dermaga Pulau Pari.

Di pulau ini para pengunjung mempunyai kebebasan untuk memilih mau tinggal di homestay atau camping di pinggir pantai. Tentu saja keduanya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, kalian hanya perlu menyesuaikannya dengan kondisi keuangan dan gaya liburan kalian.

Nah, kira-kira kalau sobat Monjalanjalan mau camping di Pulau Pari, informasi apa aja sih yang perlu diketahui?

1. Buat Rencana Perjalanan

Membuat rencana perjalanan dengan baik dan matang dapat memudahkan kalian dalam menyiapkan perlengkapan apa saja yang harus dibawa dan seberapa banyak uang saku yang perlu kalian siapkan.


2. Akomodasi

Untuk sampai ke Pulau Pari ada beberapa rute penyebrangan yang bisa kalian lewati dengan harga yang berpariasi, salah satunya dari Dermaga Cituis Rawasaban, Tangerang.

Namanya mungkin tidak sepopuler Pelabuhan Muara Angke atau Dermaga Marina Ancol, tapi melakukan penyebrangan dari sini sangat direkomendasikan bagi wisatawan yang tinggal di derah Tangerang dan sekitarnya. Selain jaraknya yang lebih dekat, harga tiket murah dan jarak tempuhnya yang lebih singkat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi wisatawan yang ingin berhemat.

Salah satu kekurangan yang akan di jumpai oleh wisatawan saat memutuskan untuk menyebrang dari dermaga ini adalah waktu keberangkatan yang tidak pasti, ukuran kapal yang tidak terlalu besar, duduknya lesehan dan jam kepulangan keesokan harinya jam 6 pagi.


3. Membawa Perlengkapan Camping



Selain dapat meminimalisir pengeluaran saat berlibur ke Pulau Pari, melengkapi barang bawaan pastinya dapat menambah kenyamanan kalian saat melakukan kegiatan camping di pinggir pantai.

Perlengkapan yang wajib kalian bawa untuk camping di pinggir pantai salah satunya adalah; tenda, matras, hammock, nesting, senter/headlamp, kipas portable, speaker. Sisanya bisa kalian tambahkan menyesuaikan dengan kebutuhan pribadi.

Lalu bagaimana jika salah satu dari perlengkapan wajib diatas tidak ada sementara jika harus beli baru akan memakan cukup banyak pengeluaran?

Jangan khawatir sobat Monjalanjalan, karena penduduk Pulau Pari menyediakan tempat penyewaan alat-alat untuk camping seperti tenda, hammock, kompor, nesting dan camera underwater. Harga tenda disini berpariasi, menyesuaikan dengan ukuran dan kapasitas. Semakin besar tentu saja akan semakin mahal harganya.


4. Melakukan Registrasi



Sebelum mendirikan tenda baik milik pribadi maupun sewa, para pengunjung diwajibkan untuk melakukan registrasi kepada pengelola pantai sebesar Rp. 15.000 per malam. Nantinya uang tersebut akan digunakan untuk kebersihan pantai, listrik dan toilet umum. Setelah selesai melakukan registrasi, kalian sudah bisa mendirikan tenda pada tempat yang telah tersedia di sepanjang bibir pantai.


5. Trasportasi di Pulau

Pulau Pari memiliki luas sekitar 41,32 ha, untuk bisa mengelilingi pulau ini dapat ditempuh dengan beberapa cara diantaranya:

  • ​Jalan Kaki


Ini adalah cara paling mudah dan murah meriah. Cocok untuk wisatawan yang ingin menghemat pengeluaran sekaligus berolahraga. Tapi siap-siap saja setelahnya kaki kalian akan terasa pegal-pegal, kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa berjalan kaki, tentu hal tersebut tidak akan banyak berpengaruh.

  • ​Naik Bentor


Pilihan berikutnya ada bentor, kendaraan yang menyerupai bemo. Hasil modifikasi motor dengan losbak yang biasa digunakan untuk mengantar galon kalau di kota-kota besar. Tarifnya sekali jalan Rp. 20.000 per orang. Lumayan menguras kantong.

  • ​Naik Sepeda


Pilihan terakhir ada sepeda, opsi ini paling banyak peminatnya karena lebih terjangkau dan mayoritas wisatawan bisa menggunakannya.

Harganya kurang lebih Rp. 20.000 per sepeda selama 24 jam pemakaian.


6. ATM dan Sinyal Ponsel

Di Pulau Pari belum tersedia mesin ATM, jadi usahakan untuk membawa uang tunai yang dapat mencukupi kebutuhan kalian sampai kembali ke rumah. Akan sangat merepotkan jika kalian sampai kehabisan uang selama berlibur disana.

Sementara untuk sinyal ponsel bisa dikatakan tidak ada kendala sama sekali. Aku menggunakan provider Indosat dan Simpati, sinyalnya lumayan kencang. Selain itu di Pulau Pari juga sudah tersedia tower BTS.


7. Tempat yang Menarik

Tidak terlalu banyak aktivitas yang bisa dilakukan di pulau ini. Kira-kira kegiatan apa saja yang bisa kita lakukan saat berlibur kesini?

  • ​Pantai Bintang




Mendengar namanya, mudah bagi kita untuk menebak kenapa tempat tersebut dinamakan Pantai Bintang. Yups! Disana ada banyak bintang laut yang terperangkap di pasir saat air laut sedang surut. Karena jumlahnya yang sangat banyak, kalian harus hati-hati saat berjalan di pantai ini.

Harga tiket untuk bisa memasuki pantai ini hanya Rp. 2.500 per orang. Disana tersedia parkiran sepeda yang letaknya ada di depan pintu masuk.

Friendly Reminder: Dilarang keras menyentuh apalagi membawa bintang laut ke permukaan karena mereka bernapas dengan popula. Mereka tidak bisa menghirup udara langsung jika kalian keluarkan dari air. Menyentuh dan membawa bintang laut dapat menyebabkan stres dan kematian pada hewan tersebut. Please respect their privacy guys!

  • ​Pantai Pasir Perawan




Pantai ini memiliki pasir yang landai dan aman untuk berenang. Bentuknya seperti laguna dengan hutan mangrove yang tumbuh menyerupai setengah lingkaran. Pohon Mangrove tersebut berfungsi untuk melindungi bibir pantai dari terjangan ombak.

Kelebihan dari pantai ini arusnya sangat aman digunakan untuk anak-anak. Setelah berenang sekitar 10 meter dari bibir pantai, kedalamannya hanya sampai setinggi dada orang dewasa. Jadi meski kalian tidak bisa berenang sekalipun, tetap bisa bermain air di pantai ini.

  • ​Bukit Matahari




Bukit ini letaknya ada di dekat dermaga, tidak terlalu tinggi karena lebih terlihat seperti gundukan tanah. Katanya sih ini adalah spot paling bagus untuk melihat sunrise, tapi yang sering terjadi justru sebaliknya, tempat ini seringkali aku jadikan spot untuk melihat sunset. Bisa dibilang bagian kiri spot untuk melihat sunrise saat pagi, dan bagian kanan adalah spot untuk melihat sunset saat sore.

  • Snorkeling


Terakhir kali aku snorkeling di pulau ini pas kunjungan pertama kali tahun 2014. Saat itu aku pakai travel agent karena baru pertama kalinya berlibur ke Kepulauan Seribu, tidak banyak informasi yang kita dapatkan karena keterbatasan akses berselancar di internet.

Satu hal yang pasti, kalau kalian cuma mau berenang di Pantai Pasir Perawan dan tetap ingin memakai alat snorkeling bisa menyewanya dengan harga Rp. 25.000 per orang. Dengan harga tersebut kalian sudah bisa mendapatkan snorkel dan pelampung.

  • ​Keliling Hutan Mangrove



Kegiatan santai ini bisa kalian nikmati saat pagi hari karena saat itu kondisi air laut sangat bersahabat, matahari juga belum cukup terik untuk bisa membatasi gerak kalian dalam mengambil gambar yang keren.

Keliling hutan mangrove bisa kalian lakukan dengan cara menyewa perahu pada salah satu penduduk pulau dengan harga Rp. 15.000 per orang untuk sekali jalan.


8. Fasilitas Camping






Di Pantai Pasir Perawan sudah tersedia fasilitas untuk menunjang acara camping kalian supaya berjalan dengan lancar dan nyaman.

Berikut adalah fasilitas camping yang disediakan oleh penduduk Pulau Pari:

  • ​Toilet Umum


Hampir sama dengan pulau-pulau lain, di Pantai Pasir Perawan juga turut menyediakan toilet umum.
Kalian bisa membayar seikhlasnya untuk kegiatan sekali pakai kecuali membilas atau mandi dikenakan harga khusus yaitu Rp. 5.000 per orang. Hal tersebut dikarenakan kegiatan membilas akan lebih banyak memakai persediaan air bersih dibandingkan buang air kecil atau besar.

  • Colokan Listrik


Di setiap warung akan tersedia beberapa colokan listrik yang bisa kalian pakai setelah melakukan registrasi terlebih dahulu. Meski begitu, kalian tetap harus izin setiap kali akan mengisi daya ponsel atau camera sebagai bentuk sopan santun kepada pemilik warung.

  • Lampu


Pada beberapa titik telah terpasang lampu untuk membantu penerangan di area camping saat malam hari, hal tersebut dilakukan agar para wisatawan tidak perlu menyalakan api unggun yang seringkali berpotensi menjadi sumber kebakaran.

  • Mushola


Di Pantai Pasir Perawan turut menyediakan mushola bagi wisatawan supaya tidak perlu berjalan jauh ke pemukiman warga hanya menunaikan ibadah sholat.

  • ​Tempat Sampah


Selain lampu yang tersebar di beberapa titik, tempat sampah pun sama. Penduduk Pulau Pari turut menyediakan tempat sampah untuk memudahkan para wisatawan yang hendak membuang sampah bekas makanan mereka.

Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang berserakan di bibir pantai akibat ulah wisatawan yang kurang bertanggung jawab.


9. Budget Camping di Pulau Pari

Namanya budget pasti besar kecilnya relatif yah, tidak bisa disamakan satu dengan yang lain. Semua itu tergantung seberapa lengkap perlengkapan dan logistik kalian, karena lengkap tidaknya dua hal tersebut akan sangat mempengaruhi jumlah pengeluaran kalian selama liburan.



Total pengeluaran diatas tidak termasuk biaya transportasi menuju dermaga dari rumah masing-masing dan cemilan yang dibeli sebelum waktu keberangkatan.

Kalau kalian mau lebih murah lagi, cobalah datang bersama teman-teman minimal 3 orang, pasti pengeluaran kalian akan lebih sedikit.


TIPS:

  • Jangan lupa membawa topi, kacamata, sunblock, kain atau apapun yang dapat membantu kalian terhindar dari teriknya sinar matahari langsung.
  • Kalau datang secara mendadak kayak aku, kalian bisa langsung menuju Pantai Pasir Perawan ke arah kanan begitu tiba di dermaga. 
  • Bawa air mineral minimal 2 botol besar dan beberapa cemilan dari rumah. Karena kalau beli pulau harganya lumayan mahal, bisa sampai dua kali lipat dari harga normal. Maklum, untuk mendapatkan bahan makanan mereka harus menyebrang pulau terlebih dahulu. Tapi kalau kalian mau tetap membeli makan dan minum di pulau dengan alasan tidak mau barang bawaan kalian jadi berat juga bisa, hitung-hitung membantu perekonomian warga sekitar. 
  • Keesokan paginya segera rapikan barang bawaan kalian karena kapal menuju Dermaga Rawasaban akan berangkat jam 6 pagi, lewat dari itu bisa aku pastikan kalian akan ketinggalan kapal. Kejadian seperti ini sudah lumayan sering terjadi, alhasil mereka terpaksa harus tinggal satu hari lagi di Pulau Pari karena kapalnya hanya akan tersedia untuk satu kali keberangkatan saja dalam sehari.
  • Buanglah sampah pada tempatnya dimanapun dan kapanpun kalian berada buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Cukup botol plastik saja yang jadi sampah, kalian jangan.

Rabu, 06 November 2019

5 TIPS PENTING SEBELUM LIBURAN KE LABUAN BAJO



Ada yang sudah pernah ke Labuan Bajo? atau justru kalian berniat mau pergi kesana dalam waktu dekat dan sedang butuh tips supaya liburan kalian semakin seru?

Keep reading friends, because I'll tell you!

Tips apa aja sih yang perlu kalian lakukan sebelum memutuskan untuk pergi liburan ke Labuan Bajo?


1. Tentukan pilihan mau pergi sendiri atau menggunakan travel agent?


Jika kalian memutuskan untuk pergi sendiri tanpa travel agent, pastikan kalian telah memenuhi beberapa persyaratan seperti memesan tiket pesawat pulang - pergi, memesan mobil jemputan yang akan mengantarkan kalian dari bandara ke pelabuhan, membooking hotel dan kapal untuk mengantar kalian keliling pulau, dan tidak lupa membuat daftar kegiatan yang akan kalian lakukan selama berada disana.

Apa kalau pergi sendiri kita butuh tetap membutuhkan guide?

Tergantung tempat wisana mana yang hendak kalian kunjungi. Jika keliling pulau seperti Pulau Padar, Pulau Kalong, Pulau Kanawa, dan beberapa pulau lain yang lokasinya berada di tengah laut, kalian tidak begitu  butuh ditemani oleh guide karena salah satu awak kapal yang kalian sewa jasanya pasti akan bersedia menemani kalian berkeliling pulau tersebut jika diperlukan. Berbeda halnya jika tempat wisata yang kalian ingin kunjungi berada di daratan yang mana perjalanannya menggunakan kendaraan roda empat atau dua, kalian mungkin akan lebih membutuhkan guide agar terhindar dari salah jalan atau kesasar. Karena sebagai warga lokal, mereka tentu lebih mengenal seluk beluk daerah tersebut.

Berbeda halnya jika kalian pakai travel agent, beberapa hal merepotkan diatas pasti tidak akan kalian jumpai karena semua kebutuhan kalian mulai dari hal besar sampai kecil akan di urus oleh mereka kecuali pemesanan tiket pesawat. Bahkan mereka juga yang akan membuat daftar kegiatan untuk kalian selama berada disana.

Tentunya kedua pilihan diatas mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kalian hanya perlu menyesuaikannya dengan kondisi keuangan dan gaya liburan kalian.


2. Jangan pernah pergi tanpa persiapan


Tidak dianjurkan untuk pergi ke Labuan Bajo tanpa persiapan sama sekali karena disana sangat berbeda dengan beberapa tempat wisata terkenal lainnya seperti Bali, Lombok, Malang atau Jogja.

Jika kalian nekat pergi tanpa persiapan dan hanya bermodalkan tiket pesawat pulang pergi, maka bersiaplah untuk menghadapi beberapa masalah yang mungkin akan muncul begitu kalian sampai di sana. Salah satunya adalah kalian mungkin saja tidak akan dapat kapal untuk keliling pulau, dan jika hal tersebut sampai terjadi, bisa dipastikan acara liburan seru yang kalian impikan tidak akan pernah terwujud.

Gimana kalau ternyata kalian tetap bisa dapat kapal meski tidak membuat persiapan?

Mari kita anggap hal tersebut sebagai suatu keberuntungan yang jarang terjadi. Tapi frens, apa iya semua orang akan dapat keberuntungan yang sama? Coba deh pikirkan, bukannya sedia payung sebelum hujan akan jauh lebih baik?


3. Patuhi peraturan yang berlaku selama kalian berada disana


Setiap daerah wisata tentu mempunyai peraturan yang berbeda satu dengan yang lain. Sebagai wisatawan yang baik, cobalah patuhi apapun peraturan yang berlaku selama hal tersebut tidak melanggar hukum atau merugikan kalian. Karena peraturan dibuat pasti dengan alasan dan tujuan yang baik.

Contohnya saja peraturan saat berkunjung ke Pulau Rinca atau Taman Nasional Pulau Komodo. Ada beberapa peraturan yang tidak boleh diabaikan oleh para wisatawan seperti halnya melakukan kegaduhan selama menyusuri pulau, melempar sesuatu ke arah komodo atau melakukan pergerakan tiba-tiba di depan komodo. Peraturan tersebut di buat bukan semata-mata untuk menghalangi kebebasan bergerak kalian, tetapi hal tersebut dilakukan untuk melindungi keselamatan kalian dari hal fatal yang bisa saja terjadi.

Berbeda dengan kucing atau monyet, komodo adalah spesies biawak besar yang tidak boleh sembarangan di dekati apalagi di sentuh tanpa di dampingi oleh Ranger (sebutan bagi guide di Pulau Rinca dan Taman Nasional Pulau Komodo) karena sangat berbahaya. Dan jika kalian tetap bandel melanggar salah satu peraturan yang ada di pulau tersebut hanya karena rasa penasaran kalian yang tidak tahu tempat, maka bersiaplah menjadi korban ke 31 akibat serangan mengerikan dari hewan purba yang satu itu.

So, jadilah wisatawan yang baik supaya liburan kalian tetap menyenangkan sampai akhir.


4. Bawalah perlengkapan yang bersifat penting


Pertama-tama dan yang paling utama adalah membawa uang tunai karena di pulau tidak ada mesin ATM jadi kalian harus menyiapkannya terlebih dulu sebelum naik kapal. Dan sekedar informasi, biaya penyewaan perahu biasanya baru akan dibayar begitu kalian selesai melakukan perjalanan dan kembali ke pelabuhan. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti ditinggal begitu saja ditengah pulau. Meski hal buruk tersebut hampir tidak pernah terdengar beritanya, tidak ada salahnya selalu waspada kan?

Kedua, gunakanlah carrier yang ukurannya telah di sesuaikan dengan kemampuan kalian untuk menyimpan semua kebutuhanmu. Karena dibandingkan koper, carrier akan lebih memudahkan pergerakanmu selama berada disana.

Ketiga, bawalah perlengkapan photography yang kalian miliki. Jangan lewatkan satupun karena Labuan Bajo terlalu indah jika hanya kalian pandangi dengan kedua mata saja.

Keempat, bawalah pakaian yang telah kamu sesuaikan dengan waktu liburanmu. Pastikan jumlahnya tidak kurang dan jika bisa lebihkan satu atau dua pasang. Selain itu gunakan sepatu atau sandal yang di design khusus untuk tracking karena pulau-pulau disana berbentuk bukit yang cukup tinggi dengan jalur yang lumayan berbatu. Hal tersebut sangat dianjurkan untuk menunjang kenyamanan kalian selama menjelajahi surga-surga kecil di Labuan Bajo.

Kelima, bawalah topi, kacamata, kain, sunblock atau apapun yang mungkin akan sangat berguna untuk mengurangi sengatan matahari langsung. Jika berlibur ke Bali sudah membuat kalian pusing karena pancaran sinar matahari yang luar biasa terik, percayalah bahwa di Labuan Bajo akan lebih dari itu. Bahkan sangking panasnya, tidak jarang sampai membuat kulit kalian gosong, merah dan mengelupas.

Terakhir, bawalah obat-obatan jika kalian memiliki riwayat penyakit tertentu. Karena di pulau tidak ada rumah sakit, dan jika penyakit kalian kambuh sampai harus membutuhkan penanganan medis, maka kalian terpaksa harus kembali ke pelabuhan karena rumah sakit hanya tersedia disana. Hal itupun harus di dukung oleh kondisi air laut. Jika terjadinya ketika siang, mungkin masih besar kemungkinan kalian bisa diantar menggunakan kapal. Tapi jika hal tersebut terjadi ketika tengah malam dan kondisi air laut tidak bersahabat, maka hal buruk mungkin saja akan terjadi menimpa kalian. Oleh sebab itu sangat penting untuk mempersiapkan segala keperluan kalian sebelum pergi.


5. Pergilah dengan teman yang satu frekuensi dan visi misi


Hal berikutnya yang tidak kalah penting adalah mengajak teman yang satu frekuensi dan visi misi dengan kalian. Karena kita kan kalau udah berteman pasti tahu dong karakter temen kita gimana. Orangnya suka jalan-jalan apa enggak, ribet apa enggak, jadi jangan sampai cuma karena pengen ada temennya kita malah sembarangan ngajak dan pas liburan lebih banyak betenya dari pada senengnya. Jadi sangat diharuskan untuk selektif dalam memilih temen traveling yang sama dengan visi misi kita.

Cara cari teman liburan yang enak tuh enggak susah kok

Pertama, kenali sifat teman yang mau kalian ajak. Pilih yang setidaknya cocok sama gaya liburan kalian.

Kalau misal kalian tipe orang yang enggak suka foto atau malas berhenti setiap 10 meter sekali hanya untuk mengambil foto, setidaknya jangan pergi sama teman yang narsis atau hobinya sebentar-sebentar berhenti untuk foto-foto saat liburan. Asli, teman dengan tipe seperti ini akan membuat mood kalian langsung hancur pastinya. Belum lagi kalau yang harus fotoin dia adalah kalian, pasti semakin berlipat deh kadar betenya.

Kedua, kalau kalian tipe orang yang malas belanja oleh-oleh, pikir dua kali sebelum memutuskan untuk mengajak teman yang justru 'gatal' jika tidak mengeluarkan uang untuk membeli ini dan itu.

Ketiga, ajak teman yang memang mempunyai hobi jalan-jalan. Karena ada pepatah "Jalanlah dengan orang-orang yang berpengalaman atau tidak sama sekali".

Nah, itu adalah lima point penting yang harus banget kalian perhatikan sebelum memutuskan untuk pergi liburan ke Labuan Bajo.

Jika lima hal tersebut kalian penuhi, niscahya liburan kalian akan dipenuhi cerita seru dan berkesan yang mampu membuat telinga pendengar menjadi gemes karena ingin ikut liburan ke Labuan Bajo.

Baiklah, sekian dari gue kurang lebihnya mohon dimaafkan.

Ciao, frens!


Senin, 04 November 2019

TRIP KE PULAU HARAPAN

Sebelum memutuskan untuk liburan ke Pulau Harapan, gue udah pernah liburan ke pulau-pulau lain yang juga berpenghuni di Kepulauan Seribu seperti Pulau Pari, Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung dan terakhir Pulau Harapan. Selain air lautnya yang biru dan jernih, karang-karang di perairan Pulau Harapan juga masih sebagus itu meski pas kesana gue enggak sempet snorkeling karena cuaca yang kurang mendukung. Pada akhirnya gue cuma harus puas dengan berenang di bibir pantai Pulau Harapan bareng warga lokal. Meski begitu, gue enggak merasa rugi banget karena meski cuma di sekitar Pulau Harapan, jernihnya air laut disana bikin gue tetap terhibur.


Selain itu, pilihan pulau-pulau yang bisa disinggahi di sekitar Pulau Harapan juga cukup banyak. Beberapa diantaranya ada Pulau Perak, Pulau Dolphin, Pulau Melinjo, Resort Pulau Putri, Pulau kelapa, dsb. Gue bener-bener merekomendasikan kalian buat liburan kesini.

Untuk menuju ke Pulau Harapan, wisatawan memulai perjalanannya dari Pelabuhan Kaliadem. Di pelabuhan ini bersandar puluhan kapal dengan berbagai tujuan pulau di gugusan Kepulauan Seribu. Harga tiketnya beragam tergantung jarak. Paling mahal yaa Pulau Harapan / Kelapa dengan biaya Rp60.000,- / orang sekali jalan. Kapal-kapal ini kompak berangkat sekitar pukul 8 pagi.

Source : google

Tapi, kalau mau yang lebih murah kalian bisa naik kapal DISHUB dengan harga Rp.54.000,- / orang sekali jalan. Beda sama kapal sebelumnya, kapal DISHUB berangkat jam 9 pagi. Selain lebih murah, kapal ini juga sedikit lebih cepat sampai di tujuan. Hanya saja jadwalnya tidak setiap hari. Jadi sebelum memutuskan untuk naik kapal ini, kalian harus pastikan dulu jadwal keberangkatannya. Kalau ternyata tidak tersedia, sementara kalian datang kesana diatas jam 8 pagi, bisa-bisa acara liburan kalian terancam batal. Jadi coba persiapkan agenda liburan kalian sematang mungkin, yaa fren!


Nah, untuk yang gak suka berlama-lama di perjalanan atau punya uang lebih, kalian juga bisa memilih alternatif lain yaitu naik speed boat dari Dermaga Marina Ancol.

Tarifnya masih mahal fren, yaitu Rp.180.000,- / orang untuk sekali jalan. Dimana jumlah penumpang dibatasi sehingga semuanya mendapatkan tempat duduk. Disamping itu, kapalnya juga bersih dan terawat. Ada AC nya juga jadi kita gak akan kepanasan selama perjalanan yang membutuhkan jarak tempuh kurang lebih 1,5 jam tersebut.

Cuma setau gue, harga tiket akan jauh lebih mahal kalau kalian perginya pas weekend. Bisa mencapai 250-300 ribu per orangnya. Emang ya, ada harga ada kualitas. Untuk itu kenapa gue mengingatkan kalian supaya menyesuaikan budget dan gaya liburan.

Source : google

CARA MENUJU PELABUHAN KALIADEM / MUARA ANGKE

Angkutan Umum :
1. Naik kendaraan arah Grogol, turun di depan perempatan Citraland lalu naik angkot KWK warna merah dengan nomor B.01 jurusan Grogol - Muara Angke

2. Naik kendaraan / KA ke Stasiun Kota, lalu naik angkot warna merah dengan nomor B.02 jurusan Jakarta Kota - Muara Angke

Ojek Online :
1. Gojek/Gocar - Search 'Dermaga Kaliadem Muara Karang'
2. Grabbike/GrabCar - Search 'Pelabuhan kali Adem'

Pastikan kalian datang sebelum jam 7 pagi. Karena diatas itu selain antrian tiket sudah sangat panjang, kalian juga akan dapat posisi tempat yang gak enak di atas kapal selama 3 jam perjalanan.

Memang tidak terlalu nyaman naik kapal seperti ini untuk melakukan perjalanan selama 3 jam. Tapi dari situ kalian bisa belajar merendahkan standar kenyamanan kalian demi suatu pengalaman baru.

Sesampainya di dermaga utama, akan ada banyak sekali orang-orang pulau yang menawarkan jasa kapal, becak dan homestay dengan harga tembak. Tapi karena gue perginya sama akamsi alias anak pulau asli, gue enggak pusing untuk menentukan harus pakai jasa siapa. Semuanya gue serahkan ke temen gue, mulai dari pemilihan becak untuk anterin kita ke rumahnya yang lumayan jauh dari dermaga, tempat tinggal dan sewa perahu.

Oh ya, sekedar informasi. Pulau Harapan itu menyatu dengan Pulau Kelapa, itu sebabnya kenapa di pulau ini penduduknya sedikit lebih banyak dari pada pulau-pulau lain. Tapi sayangnya, penduduk sini justru malah enggak menyediakan penyewaan sepeda. Alhasil gue kemana-mana harus jalan kaki. Utung banget kan gue tinggal di rumah temen gue, jadi bisa pakai sepeda motor deh perginya kalau tempat yang mau di tuju cukup jauh. Karena lumayan juga kalau harus jalan kaki keliling pulau, bisa gempor kaki hamba.

Nah buat kalian yang tidak seberuntung gue, coba siapkan segala kebutuhan kalian sebelum memutuskan untuk berlibur kesini. Entah itu tiket kapal, homestay, alat snorkeling, sampai penyewaan perahu untuk keliling pulau.

"Duh, ko ribet ya?"

Memang ribet kalau kalian pergi liburan tanpa agen wisata. Karena segala sesuatunya harus kalian urus sendiri. Tapi kalau buat orang kayak gue yang udah biasa ke pulau dan cinta mati sama kebebasan, hal kayak begitu akan terasa biasa aja.

Jadi kalau kalian termasuk golongan orang yang kalau liburan enggak mau ribet, pusing, dan segala sesuatunya udah terurus, ya ikut trip aja. Beres kan?

Ada banyak banget agen travel bertebaran di sosial media yang bisa kalian cari menggunakan smart phone kesayangan kalian.

Tapi jangan lupa, setiap pilihan kalian akan ada plus minusnya. Jadi mau pilih backpacker atau ikut trip, bisa di sesuaikan dengan keuangan dan gaya liburan kalian masing-masing.

Fasilitas di Pulau Harapan sama seperti pulau wisata lainnya yang ada di Kepulauan Seribu. Listrik mengalir 24 jam tanpa genset, dan ada sinyal jaringan telepon. Gue merekomendasikan Indosat karena super duper lancar. Bahkan di tengah laut sekalipun gue tetap bisa berselancar di instagram atau nonton drakor demi membunuh rasa bosan selama perjalanan. Sementara pengguna kartu Simpati terancam bad mood karena gak ada signal sama sekali. Nah kalau XL masih adalah meski sedikit lemot. Selain masalah jaringan, rasa air di Pulau Harapan masih sangat asin, bagi kalian yang tidak terbiasa pasti akan sedikit kesulitan beradaptasi. Tapi saat gue berlibur kesana, sedang dilakukan pemasangan air pam. Jadi bisa dipastikan untuk beberapa bulan ke depan air asin di rumah-rumah penduduk akan tergantin dengan air yang lebih manusiawi.

Informasi berikutnya adalah, gue sangat menyarankan supaya kalian menyiapkan uang tunai dari Jakarta, karena di Pulau harapan ada ATM Bank DKI tapi jarang ada uangnya atau slow respond karena jaringan internetnya lemot.

Disana juga tersedia banyak banget pedagang cemilan mulai dari telur gulung, sosis goreng, bakso goreng, batagor, martabak telur, dll. Semua jajanan itu tersedia di taman dekat dermaga. Soal harga, jangan heran kalau terasa cukup mahal. Maklum, untuk mendapatkan bahan-bahannya mereka harus nyebrang pulau dulu. Berbeda sama di Jakarta yang apa-apanya serba mudah.



Saat di Pulau Harapan, gue cuma berhasil mengunjungi satu pulau aja karena kondisi cuaca yang berangin dan ombak yang lumayan tinggi mengingat ukuran perahu kayu milik warga yang tidak begitu besar. Selain itu, waktu juga udah lumayan sore, jadi kondisi air laut semakin enggak bersahabat. Maklum, lagi angin Barat kalau kata orang pulau. Sebentar lagi juga bakal masuk musim hujan jadi gak aneh kalau keadaannya demikian. Jadi buat kalian yang mau liburan, usahain jangan pas dekat-dekat musim hujan yaa, karena itu bakal ganggu waktu kalian banget.

Meski sedikit kecewa lantaran gak bisa berkunjung ke banyak pulau, pada akhirnya gue tetap senang karena berhasil melihat keindahan Pulau Dolphin. Air lautnya super biru dan jernih, pasirnya juga putih bersih. Selain itu, kalian yang punya hobi camping juga bisa banget bermalam disana. Gak usah khawatir bakal kesulitan karena tersedia warung dan kamar mandi untuk sekedar memenuhi kebutuhan kalian.

Melihat keindahan Pulau Harapan dan Pulau Dolphin, bikin gue bertekad untuk kembali lagi kesana. Semoga dikesempatan berikutnya, gue bisa camping di pulau tersebut. Karena udah pernah bermalam di Pulau Harapan, next trip gue harus bisa bermalam di Pulau Dolphin. Dan semoga aja, cuaca serta ombak turut mendukung harapan gue.

Ahhh, hampir lupa. Disana juga ada satu pulau yang mana kalau kalian masuk kesana akan dikenakan biaya Rp.50.000,- / orang. Awalnya gue mikir, ko bayar? Kan sama aja kayak pulau yang lain. Tapi setelah gue telusuri, ternyata itu bukan sembarang pulau. Ada beberapa wahana permainan yang terhubung langsung dengan air laut. Dan selama gue berkunjung ke pulau di Kepulauan Seribu, cuma pulau itu yang berhasil bikin gue gemes. Ko bisa bisanya ada seluncuran / umum disebut perosotan melingkar yang ujungnya ke laut. Jadi kalau kalian naik itu, endingnya bisa dipastikan dong?

Next time gue juga harus banget seru-seruan disana. It's ok kalau harus bayar, krn buat dapet pengalaman keren kita emang ada harganya.

Cuma fren, maaf maaf aja nih, gue lupa nama pulaunya apaan hehe. Mungkin kalian bisa cari informasi lengkapnya di google okey!

Baiklah, sampai sini dulu ya ceritanya. Next time gue akan hadir kembali dengan membawa cerita yang lebih seru dan lengkap sumber informasinya.

Ciao frens! 😄



Cerita Liburan ke Banyuwangi

Source : Google Selama berlibur ke Banyuwangi, gue mendapatkan banyak banget informasi dan pengalaman seru dari setiap tempat yang b...