Kalau biasanya kegiatan camping itu identik dengan anak
pramuka dan para pendaki, jaman sekarang kegiatan seru tersebut justru
bisa juga dinikmati oleh anak pantai loh.
Pulau yang akan aku bahas disini adalah Pulau Pari, salah
satu pulau berpenghuni di gugusan Kepulauan Seribu ini menyediakan lahan untuk
para wisatawan yang berminat untuk camping di pinggir pantai. Lokasinya pastinya berada
di Pantai Pasir Perawan yang berjarak kurang lebih 600 meter dari Dermaga Pulau Pari.
Di pulau ini para pengunjung mempunyai kebebasan untuk
memilih mau tinggal di homestay atau camping di pinggir pantai. Tentu saja
keduanya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, kalian hanya perlu
menyesuaikannya dengan kondisi keuangan dan gaya liburan kalian.
Nah, kira-kira kalau sobat Monjalanjalan mau camping di
Pulau Pari, informasi apa aja sih yang perlu diketahui?
1. Buat Rencana Perjalanan
Membuat rencana perjalanan dengan baik dan matang dapat
memudahkan kalian dalam menyiapkan perlengkapan apa saja yang harus dibawa dan
seberapa banyak uang saku yang perlu kalian siapkan.
2. Akomodasi
Untuk sampai ke Pulau Pari ada beberapa rute penyebrangan
yang bisa kalian lewati dengan harga yang berpariasi, salah satunya dari
Dermaga Cituis Rawasaban, Tangerang.
Namanya mungkin tidak sepopuler Pelabuhan Muara
Angke atau Dermaga Marina Ancol, tapi melakukan penyebrangan dari sini sangat
direkomendasikan bagi wisatawan yang tinggal di derah Tangerang dan sekitarnya.
Selain jaraknya yang lebih dekat, harga tiket murah dan jarak tempuhnya yang
lebih singkat bisa menjadi bahan pertimbangan bagi wisatawan yang ingin
berhemat.
Salah satu kekurangan yang akan di jumpai oleh wisatawan
saat memutuskan untuk menyebrang dari dermaga ini adalah waktu keberangkatan
yang tidak pasti, ukuran kapal yang tidak terlalu besar, duduknya lesehan dan
jam kepulangan keesokan harinya jam 6 pagi.
3. Membawa Perlengkapan Camping
Selain dapat meminimalisir pengeluaran saat berlibur ke
Pulau Pari, melengkapi barang bawaan pastinya dapat menambah kenyamanan kalian
saat melakukan kegiatan camping di pinggir pantai.
Perlengkapan yang wajib kalian bawa untuk camping di pinggir
pantai salah satunya adalah; tenda, matras, hammock, nesting, senter/headlamp,
kipas portable, speaker. Sisanya bisa kalian tambahkan menyesuaikan dengan kebutuhan
pribadi.
Lalu bagaimana jika salah satu dari perlengkapan wajib
diatas tidak ada sementara jika harus beli baru akan memakan cukup banyak
pengeluaran?
Jangan khawatir sobat Monjalanjalan, karena penduduk Pulau
Pari menyediakan tempat penyewaan alat-alat untuk camping seperti tenda,
hammock, kompor, nesting dan camera underwater. Harga tenda disini berpariasi, menyesuaikan dengan ukuran
dan kapasitas. Semakin besar tentu saja akan semakin mahal harganya.
4. Melakukan Registrasi
Sebelum mendirikan tenda baik milik pribadi maupun sewa,
para pengunjung diwajibkan untuk melakukan registrasi kepada pengelola pantai
sebesar Rp. 15.000 per malam. Nantinya uang tersebut akan digunakan untuk
kebersihan pantai, listrik dan toilet umum. Setelah selesai melakukan registrasi, kalian sudah bisa
mendirikan tenda pada tempat yang telah tersedia di sepanjang bibir pantai.
5. Trasportasi di Pulau
Pulau Pari memiliki luas sekitar 41,32 ha, untuk bisa
mengelilingi pulau ini dapat ditempuh dengan beberapa cara diantaranya:
- Jalan Kaki
Ini adalah cara paling mudah dan murah meriah. Cocok untuk
wisatawan yang ingin menghemat pengeluaran sekaligus berolahraga. Tapi
siap-siap saja setelahnya kaki kalian akan terasa pegal-pegal, kecuali bagi
mereka yang sudah terbiasa berjalan kaki, tentu hal tersebut tidak akan banyak
berpengaruh.
- Naik Bentor
Pilihan berikutnya ada bentor, kendaraan yang menyerupai
bemo. Hasil modifikasi motor dengan losbak yang biasa digunakan untuk mengantar
galon kalau di kota-kota besar. Tarifnya sekali jalan Rp. 20.000 per orang.
Lumayan menguras kantong.
- Naik Sepeda
Pilihan terakhir ada sepeda, opsi ini paling banyak
peminatnya karena lebih terjangkau dan mayoritas wisatawan bisa menggunakannya.
Harganya kurang lebih Rp. 20.000 per sepeda selama 24 jam
pemakaian.
6. ATM dan Sinyal Ponsel
Di Pulau Pari belum tersedia mesin ATM, jadi usahakan untuk
membawa uang tunai yang dapat mencukupi kebutuhan kalian sampai kembali ke
rumah. Akan sangat merepotkan jika kalian sampai kehabisan uang selama berlibur
disana.
Sementara untuk sinyal ponsel bisa dikatakan tidak ada
kendala sama sekali. Aku menggunakan provider Indosat dan Simpati, sinyalnya
lumayan kencang. Selain itu di Pulau Pari juga sudah tersedia tower BTS.
7. Tempat yang Menarik
Tidak terlalu banyak aktivitas yang bisa dilakukan di pulau
ini. Kira-kira kegiatan apa saja yang bisa kita lakukan saat berlibur
kesini?
- Pantai Bintang
Mendengar namanya, mudah bagi kita untuk menebak kenapa
tempat tersebut dinamakan Pantai Bintang. Yups! Disana ada banyak bintang laut yang terperangkap di
pasir saat air laut sedang surut. Karena jumlahnya yang sangat banyak, kalian
harus hati-hati saat berjalan di pantai ini.
Harga tiket untuk bisa memasuki pantai ini hanya Rp. 2.500
per orang. Disana tersedia parkiran sepeda yang letaknya ada di depan pintu
masuk.
Friendly Reminder: Dilarang keras menyentuh apalagi membawa
bintang laut ke permukaan karena mereka bernapas dengan popula. Mereka tidak
bisa menghirup udara langsung jika kalian keluarkan dari air. Menyentuh dan
membawa bintang laut dapat menyebabkan stres dan kematian pada hewan tersebut.
Please respect their privacy guys!
- Pantai Pasir Perawan
Pantai ini memiliki pasir yang landai dan aman untuk
berenang. Bentuknya seperti laguna dengan hutan mangrove yang tumbuh menyerupai
setengah lingkaran. Pohon Mangrove tersebut berfungsi untuk melindungi bibir
pantai dari terjangan ombak.
Kelebihan dari pantai ini arusnya sangat aman digunakan
untuk anak-anak. Setelah berenang sekitar 10 meter dari bibir pantai,
kedalamannya hanya sampai setinggi dada orang dewasa. Jadi meski kalian tidak
bisa berenang sekalipun, tetap bisa bermain air di pantai ini.
- Bukit Matahari
Bukit ini letaknya ada di dekat dermaga, tidak terlalu
tinggi karena lebih terlihat seperti gundukan tanah. Katanya sih ini adalah spot paling bagus untuk melihat
sunrise, tapi yang sering terjadi justru sebaliknya, tempat ini seringkali aku
jadikan spot untuk melihat sunset. Bisa dibilang bagian kiri spot untuk melihat sunrise saat
pagi, dan bagian kanan adalah spot untuk melihat sunset saat sore.
- Snorkeling
Terakhir kali aku snorkeling di pulau ini pas kunjungan
pertama kali tahun 2014. Saat itu aku pakai travel agent karena baru pertama
kalinya berlibur ke Kepulauan Seribu, tidak banyak informasi yang kita dapatkan
karena keterbatasan akses berselancar di internet.
Satu hal yang pasti, kalau kalian cuma mau berenang di
Pantai Pasir Perawan dan tetap ingin memakai alat snorkeling bisa menyewanya
dengan harga Rp. 25.000 per orang. Dengan harga tersebut kalian sudah bisa
mendapatkan snorkel dan pelampung.
- Keliling Hutan Mangrove
Kegiatan santai ini bisa kalian nikmati saat pagi hari
karena saat itu kondisi air laut sangat bersahabat, matahari juga belum cukup
terik untuk bisa membatasi gerak kalian dalam mengambil gambar yang keren.
Keliling hutan mangrove bisa kalian lakukan dengan cara
menyewa perahu pada salah satu penduduk pulau dengan harga Rp. 15.000 per orang
untuk sekali jalan.
8. Fasilitas Camping
Di Pantai Pasir Perawan sudah tersedia fasilitas untuk
menunjang acara camping kalian supaya berjalan dengan lancar dan nyaman.
Berikut adalah fasilitas camping yang disediakan oleh
penduduk Pulau Pari:
- Toilet Umum
Hampir sama dengan pulau-pulau lain, di Pantai Pasir Perawan
juga turut menyediakan toilet umum.
Kalian bisa membayar seikhlasnya untuk kegiatan sekali pakai
kecuali membilas atau mandi dikenakan harga khusus yaitu Rp. 5.000 per orang.
Hal tersebut dikarenakan kegiatan membilas akan lebih banyak memakai persediaan
air bersih dibandingkan buang air kecil atau besar.
- Colokan Listrik
Di setiap warung akan tersedia beberapa colokan listrik yang
bisa kalian pakai setelah melakukan registrasi terlebih dahulu. Meski begitu,
kalian tetap harus izin setiap kali akan mengisi daya ponsel atau camera
sebagai bentuk sopan santun kepada pemilik warung.
- Lampu
Pada beberapa titik telah terpasang lampu untuk membantu
penerangan di area camping saat malam hari, hal tersebut dilakukan agar para
wisatawan tidak perlu menyalakan api unggun yang seringkali berpotensi menjadi
sumber kebakaran.
- Mushola
Di Pantai Pasir Perawan turut menyediakan mushola bagi
wisatawan supaya tidak perlu berjalan jauh ke pemukiman warga hanya menunaikan
ibadah sholat.
- Tempat Sampah
Selain lampu yang tersebar di beberapa titik, tempat sampah
pun sama. Penduduk Pulau Pari turut menyediakan tempat sampah untuk memudahkan
para wisatawan yang hendak membuang sampah bekas makanan mereka.
Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang
berserakan di bibir pantai akibat ulah wisatawan yang kurang bertanggung jawab.
9. Budget Camping di Pulau Pari
Namanya budget pasti besar kecilnya relatif yah, tidak bisa
disamakan satu dengan yang lain. Semua itu tergantung seberapa lengkap
perlengkapan dan logistik kalian, karena lengkap tidaknya dua hal tersebut akan
sangat mempengaruhi jumlah pengeluaran kalian selama liburan.
Total pengeluaran diatas tidak termasuk biaya transportasi
menuju dermaga dari rumah masing-masing dan cemilan yang dibeli sebelum waktu
keberangkatan.
Kalau kalian mau lebih murah lagi, cobalah datang bersama
teman-teman minimal 3 orang, pasti pengeluaran kalian akan lebih sedikit.
TIPS:
- Jangan lupa membawa topi, kacamata, sunblock, kain atau apapun yang dapat membantu kalian terhindar dari teriknya sinar matahari langsung.
- Kalau datang secara mendadak kayak aku, kalian bisa langsung menuju Pantai Pasir Perawan ke arah kanan begitu tiba di dermaga.
- Bawa air mineral minimal 2 botol besar dan beberapa cemilan dari rumah. Karena kalau beli pulau harganya lumayan mahal, bisa sampai dua kali lipat dari harga normal. Maklum, untuk mendapatkan bahan makanan mereka harus menyebrang pulau terlebih dahulu. Tapi kalau kalian mau tetap membeli makan dan minum di pulau dengan alasan tidak mau barang bawaan kalian jadi berat juga bisa, hitung-hitung membantu perekonomian warga sekitar.
- Keesokan paginya segera rapikan barang bawaan kalian karena kapal menuju Dermaga Rawasaban akan berangkat jam 6 pagi, lewat dari itu bisa aku pastikan kalian akan ketinggalan kapal. Kejadian seperti ini sudah lumayan sering terjadi, alhasil mereka terpaksa harus tinggal satu hari lagi di Pulau Pari karena kapalnya hanya akan tersedia untuk satu kali keberangkatan saja dalam sehari.
- Buanglah sampah pada tempatnya dimanapun dan kapanpun kalian berada buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan. Cukup botol plastik saja yang jadi sampah, kalian jangan.




























